YOGA for SEX part. II

Yoga for Sex (2)

Bow

Berbaring dengan perut menempel pada matras. Jangkaukan tangan ke belakang dan berpegang pada pergelangan kaki.

Tarik napas sembari menarik badan dan pergelangan kaki bersamaan. Pusatkan gerakan pada tarikan tubuh dan tangan, upayakan paha tetap beristirahat di lantai.

Tahan posisi dalam 20 detik hingga satu menit, lalu embuskan nafas dan rileks kembali.

Locust

Berbaring di atas matras dengan bertumpu pada perut dan kaki rapat. Posisikan tangan di bawah badan dengan telapak tangan menghadap bawah.

Hirup udara sembari tarik badan memanjang, pertahankan sumbu tubuh tetap lurus dan angkat kaki ke atas sejauh yang dimampu. Tekan bagian perut ke matras, biasanya hidung akan menempel pada matras mengikuti keseimbangan tubuh. Tahan pada posisi puncak sekitar 20 detik hingga 1 menit.

Embuskan napas lalu turunkan kaki dan beristirahat ke posisi semula.

Baca lebih lanjut

YOGA for SEX part. I

Yoga for Sex (1)

Foto: Eng Naftali

Tak hanya mengoptimalkan stamina dan kelenturan tubuh, yoga juga bermanfaat bagi aktivitas seks. Coba tengok beberapa gerakan berikut!

Yoga merupakan latihan yang berpedoman untuk mengolah sendi-sendi dan memperlancar peredaran darah. Dengan beberapa gerakan yang menghentikan aliran darah ke bagian tertentu selama 20 detik lalu dilepas, aliran darah mengalir deras melalui pembuluh darah. Aliran ini juga ikut menggelontor plak dan racun yang ada di dalam organ.

Dengan menggunakan prinsip ini dan penekanan pada perut, yoga bukan hanya mengoptimalkan sistem pencernaan tetapi juga dapat meningkatkan stamina serta kelenturan tubuh yang sangat berguna bagi peningkatan kualitas hubungan seksual.

Ditambah suhu ruangan yang tinggi, hasil yang dicapai pun akan lebih baik lagi. Coba saja beberapa gerakan yoga berikut ini!

Eagle

Berdiri dengan kaki rapat, kedua ibu jari kaki bersentuhan. Kedua lengan terbuka di samping badan dan telapan tangan menghadap depan.

Tekuk lutut kaki kanan sedikit, lingkarkan paha kiri di atas paha kanan hingga telapak kaki kiri berada di belakang betis kaki kanan. Upayakan jempol kaki yang melingkar menghadap ke lantai.

Kemudian, rentangkan tangan lurus ke depan. Tautkan tangan kanan di bawah tangan kiri, rasakan tulang belikat Anda menjauh. Silangkan tangan di depan badan, lengan kanan di atas lengan kiri lalu tekuk hingga membentuk sudut 90 derajat di depan. Rapikan siku kanan di atas lipatan siku kiri, pastikan sejajar dengan lantai.

Posisi ibu jari kanan melewati depan kelingking kiri. Kemudian, tekan telapak kanan ke telapak kiri bersamaan, angkat siku ke atas dan tarik atau regangkan jari-jari ke arah langit-langit.

Tahan posisi selama 20 detik, lalu lepaskan kaki dan tangan kembali ke posisi semula.
Baca lebih lanjut

Belimbing Wuluh sebagai pengawet Ikan dan Daging

Banyak tanaman di Indonesia ini yang sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat, namun belum dibudidayakan secara khusus. salah satu diantaranya adalah Belimning Wuluh (Averrhoa Bilimbi).

Selama ini, yang sering menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat Aceh. Pada umumnya, mereka mengolah belimbing wuluh menjadi penyedap rasa, yang disebut asam sunti. Selain itu mereka juga menggunakan airbelimbing wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam sunti itu untuk mengawetkan ikan dan daging.

Banyak peneliti di bidang pertanian mencoba mengkaji lebih jauh pemanfaatan air belimbing wuluh sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging. Penelitian dilakukan dengan melihat ketahanan ikan dan daging yang diawetkan dengan air belimbing wuluh. Selain itu, juga dikaji pula keekonomisan penggunaan air belimbing wuluh tersebut.

Ramuan Jamu

Setelah mengadakan percobaan dan pengamatan, akhirnya para peneliti itu menyimpulkan, bahwa air belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging.

Selain itu, penggunaan air belimbing wuluh ternyata sangat ekonomis karena mendapatkannya, hampir tidak memerlukan biaya sama sekali.

Para peneliti berharap agar air belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengawetkan ikan dan daging oleh siapa saja, tidak hanya terbatas pada masyarakat Aceh, karena telah terbukti mampu mengawetkan ikan dan daging.

Selain itu para pakar pertanian mengimbau agar tanaman belimbing wuluh dapat dibudidayakan secara khusus, karena dapat mendatangkan banyak manfaat.

Di berbagai daerah di Indonesia belimbing wuluh dikenal sebagai belimbing sayur, belimbing buluh atau belimbing asam. Tanaman ini adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Myanmar.

Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam seringdigunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu. Pohon tahunan dengan tinggi dapat mencapai 5 – 10 m, Batang utamanya pendek dan cabangnya rendah. Batangnya bergelombang (tidak rata). Daunnya majemuk, berselang-seling, panjang 30 – 60 cm dan berkelompok diujung cabang.

Tanaman Obat

Pada setiap daun terdapat 11 hingga 37 anak daun yang berselang-seling atau setengah berpasangan dan anak daunnya berbentuk oval. Tanaman belimbing wuluh memiliki bunga yang kecil, dan tumbuh langsung dari batang dengan tangkai bunga berambut. Mahkota bunga lima, berwarna putih, kuning datau lila.

Buahnya elips hingga seperti torpedo, panjangnya 4-10 cm. Warna buah ketika muda hijau, dengan sisa kelopak bunga menempel di ujungnya. Jika buah masak berwarna kuning atau kuning pucat. Daging buahnya berair dan sangat asam. Kulit buah mengkilap dan tipis. Bijinya kecil (6 mm) berbentuk pipih, dan berwarna coklat, serta tertutup lendir.

Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki berbagai khasiat obat yang dapat membantu mengobati sakit batuk. Untuk mengatasi sakit batuk, ambil bunga belimbing wuluh sebanyak 25 kuntum, satu jari rimpang temu giring, satu jari kulit kayu manis, satu jari kencur, dua siung bawang merah, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun iggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan di potong-potong. kemudian rebus dengan lima gelas air sampai tersisa setengahnya. Saring ramuan rebusan ini dan minum dengan madu sebanyak 3 kali 3/4 gelas sehari.

Sedangkan untuk mengatasi batuk rejam, ambillah 10 buah belimbing wuluh, dicuci bersih, remas dengan dua sendok air garam. Kemudian saring dan minum dua kali sehari.

Untuk obat batuk pada anak, ambil segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, dan gula secukupnya ditambah satu satu cangkir air. Campuran di tim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan kain dan dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam saat perut kosong.

Kandung gizi dan manfaat buah belimbing wuluh untuk kesehatan sangat banyak. belimbing jenis ini mengandung protein, kalsium, fosfor dan besi, serta vitamin A, B1 dan C. Belimbing tersebut juga efektif sebagai obat anti kanker, karena fungsi mereka sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko terserang penyakit kanker hingga 37% seperti yang dirilis The Lowa Women’s Health Study.

Selama ini orang mengambil manfaat belimbing wuluh hanya sebgai sirup, manisan atau bumbu masak. Padahal secara tradisional tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, diabetes, reumatik dan gondongan. (dari berbagai sumber)