Obat Hati

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

) يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian sebuah peringatan dari Tuhan, juga penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam hati dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57).

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam selalu berdoa dengan kata-kata dibawah ini:

يَا مُقَلِّبَ اْلقُـلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Dzat yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi: 2/20, Syaikh Al-Albani berkata: ini adalah hadits sahih).

Beliau banyak membaca doa diatas, terutama ketika sujud. Beliau tahu bahwa hati jika benar-benar baik, niscaya seluruh anggota tubuh menjadi baik pula. Tapi jika rusak, maka anggota tubuh lainnya tidak dapat lagi terselamatkan, karena sudah pasti rusak.

Sebagian ulama` mengatakan bahwa obat penawar yang bisa menyembuhkan penyakit hati ada lima, yaitu:

* Membaca Al-Qur`an dengan tadabbur.
* Perut yang senantiasa kosong (sering berpuasa).
* Mengerjakan shalat malam.
* Tunduk istighfar kepada Allah di waktu sahur.
* Dan duduk atau berteman dengan orang-orang saleh.

Seorang penyair berkata:

دَوَاءُ قَلْبِكَ خَمْسَةٌ عِنْدَ قَسْوَتِهِ فَدُمْ عَلَيْهَا تَفُزْ بِالْخَيْرِ وَالظَّفَرِ
خَلاَءُ بَطْنٍ وَقُرْآنٌ تَدَبَّرْهُ كَذَا تَضَرُّعُ بَاكٍ ساَعَةَ السَّحَرِ
كَذَا قِيَامُكَ جَنَحَ الَّليْلِ أَوْسَطَهُ وَأَنْ تُجَالِسَ أَهْلَ الْخَيْرِ وَاْلخِبَرِ

Penawar hatimu saat sedang membatu ada lima…
Tetapilah kelima hal itu, niscaya kamu beruntung dengan memperoleh banyak kebaikan dan kemenangan.
Yaitu kosongnya perut, dan Al-Qur`an itu..tadabburilah
Demikian pula, selalulah tunduk dan menangis di waktu sahur
Juga shalatmu di tengah malam.
Dan berkumpul dengan orang-orang baik yang banyak ilmunya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“إِذَا أَصْـبَحَ اْلعَبْدُ وَأَمْسَى وَلَيْسَ هَمُّهُ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ.. تَحَمَّلَ اللهُ سُبْحَانَهُ حَوَائِجَهُ كُلَّهَا.. وَحَمَلَ عَنْهُ كُلَّ مَا أَهَمَّهُ.. وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِمَحَبَّتِهِ.. وَلِسَانَهُ لِذِكْرِهِ.. وَجَوَارِحَهُ لِخِدْمَتِهِ وَطَاعَتِهِ.

Jika seorang hamba di waktu pagi dan sore, tidak ada yang ia fikirkan kecuali hanya Allah, niscaya Allah menanggung (menjamin) segala kebutuhannya, menghilangkan segala kegelisahan, dan menjadikan hatinya senantiasa mencintai-Nya. Lidahnya dibuat selalu berdzikir pada-Nya. Dan seluruh anggota tubuhnya dibuat hanya bergerak dalam melayani dan mentaati Allah.

وَإِذَا أَصْـبَحَ وَأَمْسَى وَالدُّنْيَا هَمُّهُ.. حَمَّلَهُ الله ُهُمُوْمَهَا وَغُمُوْمَهَا وَأَنْكَادَهَا.. وَوَكَّلَهُ إِلَى نَفْسِهِ.. فَشَغَّلَ قَلْبَهُ عَنْ مَحَبَّتِهِ بِمَحَبَّةِ اْلخَلْقِ، وَلِسَانَهُ عَنْ ذِكْرِهِ بِذِكْرِهِمْ، وَجَوَارِحَهُ عَنْ طَاعَتِهِ بِخِدْمَتِهِمْ وَأَشْغاَلِهِمْ.. فَهُوَ يَكْدَحُ كَدْحَ حِمَارِ اْلوَحْشِ فِيْ خِدْمَةِ غَيْرِهِ.. كَالْكِيْرِ يَنْفُخُ بَطْنُهُ.. وَيَعْصِرُ أَضْلاَعَهُ فِيْ نَفْعِ غَيْرِهِ، فَكُلُّ مَنْ أَعْرَضَ عَنْ عُبُوْدِيَّةِ اللهِ وَطَاعَتِهِ وَمَحَبَّتِهِ، بُلِيَ بِعُبُوْدِيَّةِ اْلمَخْلُوْقِ وَمَحَبَّتِهِ..

Tetapi jika di pagi dan sore hari yang ia fikirkan hanyalah dunia, niscaya Allah menimpakan segala kesedihan, kegelisahan dan malapetaka padanya. Ia diserahkan kepada dirinya. Sehingga hatinya sibuk dengan mencintai makhluk dan tidak mencintai Allah. Lidahnya hanya mengingat mereka tidak mengingat Allah. Seluruh anggota tubuhnya hanya melayani dan mentaati makhluk, tidak melayani atau mentaati-Nya. Ia bekerja keras seperti seekor keledai yang sibuk melayani orang lain. Ia seperti alat peniup api (milik pandai besi) yang mengembangkan perut dan menghimpit tulang-tulangnya demi melayani orang lain. Maka siapa pun yang berpaling dari beribadah kepada Allah, dari ketaatan dan mencintai-Nya, ia pasti diuji dengan menjadi hamba bagi makhluk dan hanya mencintai mereka. Allah berfirman:

) وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ(

“Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Qs. Az-Zukhruf:36).

Beliau (Ibnul Qayyim) juga berkata:

“اُطْلُبْ قَلْبَكَ فِيْ ثَلاَثِ مَوَاطِنَ: عِنْدَ سَمَاعِ اْلقُرْآنِ، وَفِيْ مَجَالِسِ الذِّكْرِ، وَفِيْ أَوْقَاتِ اْلخُلْوَةِ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِيْ هَذِهِ اْلمَوَاطِنَ، فَسَلِ اللهَ أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍ، فَإِنَّهُ لاَ قَلْبَ لَكَ.”

Carilah hatimu pada tiga tempat: (1) saat mendengarkan Al-Qur`an, (2) ketika dalam majlis dzikir, dan (3) di saat sedang menyendiri. Jika kamu tidak mendapatinya pada ketiga tempat tadi, maka memohonlah kepada Allah agar kamu diberi hati, karena kamu tidak memiliki hati lagi..

Iklan

Menjadi Orang Baik

Seorang pengais sampah, yang sedang berjalan-jalan di tempat orang berjualan parfum, tiba-tiba terjatuh seakan-akan mati. Orang-orang berusaha membangunkannya kembali dengan bau-bauan wangi, namun keadaannya malah semakin parah.

Akhirnya ada temannya pengorek sampah datang. ia mengetahui keadaan itu. Ia mendekatkan sesuatu yang berbau busuk di hidung orang itu, yang segera saja segar kembali, teriaknya, ‘Ehm..harum!’

Orang yang terbiasa ditempat sampah akan beranggapan bahwa bau sampah adalah harum. Kebiasaan berada ditempat sampah dengan bau busuk inilah yang membentuk pola pikirnya bahwa dunia ini menjadi indah dengan dikelilingi oleh sampah. Dimanapun dirinya berada yang terlihat hanyalah sampah dan bau busuk itu dianggapnya sebagai mengharumkan.

Demikian juga untuk menjadi orang baik. Menjadi orang baik itu tidak susah, hanya membiasakan diri untuk berbuat baik. Pembiasaan untuk berucap kata-kata yang baik dan berperilaku baik berarti menjadikan diri kita menjadi orang baik. Bila kebiasaan baik ini telah menjadi karakter dimanapun kita berada maka yang muncul adalah kata-kata yang baik dan perilaku yang baik serta mengagumkan.


Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah, Abu Abdurrahman Mu’adz bin Jabal dari Rasulullah beliau bersabda ‘ Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada, dan berbuatlah baik sebagai ganti jika sebelumnya berbuat tercela sehingga kebaikan itu menghapus kejelekan sebelumnya, dan bertemanlah dengan orang akhlak yang baik.’ (HR. Tirmidzi).

Sebab-sebab tidak terkabulnya Do’a

Suatu hari Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berada di sebuah pasar Kota Bashrah, Irak. Masyarakat Bashrah mendatangi beliau dan bertanya :

“Duhai Abu Ishaq, mengapa do’a-do’a kami tidak terkabul?”

Ibrahim bin Adham radhiyallahu ‘anhu berkata :

Do’a kalian tidak terkabul karena hati kalian telah mati dan penyebab matinya hati kalian adalah sepuluh hal :

Pertama, kalian mengenal Allah, tetapi tidak memenuhi hak-hak-Nya.

Kedua, kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi tidak mengikuti sunnah-sunnahnya.

Ketiga, kalian membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkan isinya.

Keempat, kalian menikmati berbagai karunia Allah, tetapi tidak bersyukur kepada-Nya.

Kelima, kalian nyatakan setan sebagai musuh, tetapi tidak menentangnya.

Keenam, kalian nyatakan Surga itu benar-benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya.

Ketujuh, kalian nyatakan bahwa Neraka itu ada, tetapi tidak berusaha untuk menghindarinya.

Kedelapan, kalian nyatakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap-siap untuk menyambutnya.

Kesembilan, sejak bangun tidur kalian sibuk meneliti dan memperbincangkan aib (keburukan) orang lain dan melupakan aib (keburukan) kalian sendiri.

Kesepuluh, kalian kuburkan mereka yang meninggal di antara kalian, tetapi tidak pernah memetik pelajaran darinya.

Sumber :

Buku Orang Bijak Berkata oleh Novel bin Muhammad Alaydrus.

Kelebihan Zikir

Kelebihan Zikir Kepada Allah

Allah Yang Maha Besar selalu mengingatkan kita di dalam kitab-Nya Al-Quran Al-Karim supaya berzikirillah seperti berikut:

�Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bahagian yang panjang di malam hari.� Surah 76: Al Insan, Ayat 25 & 26

�Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.� Surah 7: Al A�raf, Ayat 205

�Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) �Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.� Surah 3: Al Imran Ayat 191

�Sesungguhnya Aku lah Allah, tidak ada Tuhan selainKu, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.� Surah 20 Ta Ha Ayat 14

�Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.� Surah 33: Al Ahzab Ayat 21

Dari Bukhari, Muslim, Tirmidhi dan Ibn Majah, diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t berfirman: Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu di majlis, nescaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, nescaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari anak.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malikat naik ke langit.

Allah s.w.t bertanya para malaikat meskipun Allah mengetahui pergerakan mereka:

�Dari mana kamu datang?�

Malaikat menjawab:

�Kami datang dari tempat hamba-hambaMu di dunia. Mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid serta berdoa memohon dari-Mu.�

Allah s.w.t berfirman:

�Apakah yang mereka pohonkan.?�

Para Malaikat menjawab:

�Mereka memohon Syurga dari-Mu.�

Allah berfirman:

�Apakah mereka pernah melihat Syurga-Ku?�

Para Malaikat menjawab:

�Belum, wahai Tuhan.�

Allah berfirman:

�Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Syurga-Ku?�

Malaikat berkata lagi:

�Mereka juga memohon daripada-Mu perlindungan.�

Allah berfirman:

�Mereka pohon perlindungan-Ku dari apa?�

Malaikat menjawab:

�Dari Neraka-Mu, wahai tuhan.�

Allah berfirman:

�Apakah mereka pernah melihat Neraka-Ku?�

Malaikat menjawab:

�Belum.�

Allah berfirman:

�Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Neraka-Ku.�

Malaikat terus berkata:

�Mereka juga memohon keampunan-Mu.�

Allah berfirman:

�Aku sudah mengampuni mereka. Aku telah kurniakan kepada mereka apa yang mereka pohon dan Aku telah berikan ganjaran pahala kepada mereka sebagaimana yang mereka pohonkan.�

Malaikat berkata lagi:

�Wahai tuhan kami, di antara mereka terdapat seorang hamba-Mu. Dia penuh dengan dosa, sebenarnya dia tidak berniat untuk menghadiri majlis tersebut, tetapi setelah dia melaluinya dia terasa ingin menyertainya lalu duduk bersama-sama orang ramai yang berada di majlis itu.�

Allah berfirman:

�Aku juga telah mengampuninya. Mereka adalah kaum yang tidak dicelakakan dengan majlis yang mereka adakan.�

azab meninggalkan SHOLAT

Dalam sebuah hadits menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda : “Barangsiapa yang mengabaikan sholat secara berjamaah maka Allah S.W.T akan mengenakan tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :-
  1. Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
  2. Allah S.W.T mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
  3. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
  4. Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya : Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
  5. Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
  6. Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
  7. Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :- Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan. Kuburnya akan menjadi cukup gelap. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
  8. Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :
  9. Hisab akan menjadi sangat berat.
  10. Allah S.W.T sangat murka kepadanya.
  11. Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.

tanda-tanda KIAMAT

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?”
Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-
  1. Asap
  2. Dajjal
  3. Binatang melata di bumi
  4. Terbitnya matahari sebelah barat
  5. Turunnya Nabi Isa A.S
  6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  7. Gerhana di timur
  8. Gerhana di barat
  9. Gerhana di jazirah Arab
  10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.
Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.
Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.
Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.
Rasulullah S.A.W telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak berzina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”
Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari dzikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan semua yang itu adalah tanda-tanda hari kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan karena takut pada Allah, maka semua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang sedang kamu sedang bincangkan.?”Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat. “Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :-
· Asap · Dajjal · Binatang melata di bumi · Terbitnya matahari sebelah barat · Turunnya Nabi Isa A.S · Keluarnya Yakjuj dan Makjuj · Gerhana di timur · Gerhana di barat · Gerhana di jazirah Arab · Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.
Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa sahaja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’. Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.
Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S. Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangun oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum niscaya tidak akan tinggal walau pun setitik.
Rasulullah S.A.W telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq “Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari dzikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan semua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takut pada Allah, maka semua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

nikmat SURGA bagi orang yg taqwa

Selalu al-Quran mengadakan timbalan di antara ancaman dan bujukan, atau siksaan dengan kurnia.
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa ada tempat kemenangan.” (ayat 31). Ketakwaan,
artinya usaha selalu memelihara hubungan yang baik dan mesra dengan Allah, sehingga hidup di dunia
diatur dengan melaksanakan perintah Ilahi yang tidak berat itu dan menjauhi apa yang dilarang;
menyebabkan selamat perjalanan hidup itu sampai kepada akhir umur. Di Akhirat kelak telah
disediakan baginya Mafaza; tempat berdiam dari orang-orang yang telah menang dalam menegakkan
kebenaran.
Tempat kemenangan itu ialah; “Taman-taman dan anggur-anggur.” (ayat 32). Kebun-kebun yang subur,
penuh dengan tumbuh-tumbuhan, kembang-kembang berbagai warna disertai buah-buahan yang lazat
citarasanya adalah tempat nikmat itu. Dan di antara buah-buahan yang banyak berbagai ragam, ada satu
yang istimewa, yaitu anggur-anggur. Karena anggur itu kecil mungil dan bijinya tidak mengganggu.
“Dan perawan-perawan muda yang sebaya.” (ayat 33).
Taman-taman yang indah berwarna-wami, disertai buah-buahan yang lazat cita barulah lebih berarti
sebagai tempat orang yang menang dalam perjuangan menantang hawa nafsu dalam hidup di dunia ini,
kalau di dalamnya terdapat pula gadis-gadis perawan muda, yang di dalam bahasa Arab disebut
kawa`ib sebagai jama’ dari ka`ib, yang berarti gadis remaja yang susunya masih tegang. Dan mereka
banyak, sebanyak diperlukan, dan usia mereka boleh dikatakan bersamaan belaka. Ditambah lagi; “Dan
piala-piala yang melimpah-limpah. ” (ayat 34). Oleh sebab minuman senantiasa diedarkan dan tidak
pernah kekurangan, sehingga seketika mengisikan dan tempatnya ke dalam piala, sampai melimpah
karena penuhnya.
Niscaya datang pertanyaan; “Apa di syurga ada minuman keras?” “Tentu bukan minuman yang
menyebabkan mabuk dan hilang akal sebagai di dunia ini.”
Kemudian datang lagi ayat berikutnya yang membedakan suasana syurga dengan suasana dunia ini;
“Tidak akan mereka dengar padanya kata-kata yang sia-sia dan tidak pula kata-kata dusta.” (ayat 35).
Tepat sekali ayat 35 ini sebagai pengiring dari ayat 34 yang menerangkan bahwa di taman-taman dan
kebun-kebun yang indah itu dilengkapi dengan perawan-perawan jelita yang susunya masih padat
perawannya belum rusak, dan mereka banyak dan sebaya semua. Di dalam dunia ini kalau terdapat
tempat yang demikian, di sanalah bersarangnya segala nafsu kelamin yang cabul, yang disebut sex.
Jika di dunia ini taman-taman cinta birahi yang kaya dengan segala buah-buahan dan anggur, minuman
berbagai rupa, perempuan cantik yang menggiurkan dan menimbulkan nafsu, barulah meriah bila orang
telah mabuk-mabuk. Orang meminum tuak dan segala minuman keras ialah untuk menghilangkan rasa
malu di dalam berbuat segala macam kecabulan. Keluarlah di sana segala perkataan kotor dan jijik.
Maka suasana dalam syurga bukanlah demikian halnya. Bila disebutkan gadis-gadis remaja dan
perawan-perawan sebaya itu, rasa seni dan keindahanlah yang tergetar, bukan hawa nafsu kelamin.
Karena soal syurga bukanlah semata menghidangkan pemuas kelamin. Karena nafsu kelamin itu
apabila telah terlepas sehabis bersetubuh, kepayahan dan kelelahan badanlah yang tinggal. Lalu
menggerutu menyesali tenaga yang habis. Dan apabila diri telah mulai tua dan tenaga mulai hilang,
walaupun bagaimana seorang gadis remaja memperlihatkan badannya di muka si tua itu, syahwat tidak
tergerak lagi, sehingga timbullah kegemasan karena mulai “menghidupkan” alat yang telah mati. Di
saat demikian timbullah kemarahan dan kemendongkolan perempuan itu, sebab nafsunya tidak dapat
dilepaskan oleh si tua.
Lantaran itu sekali-kali tidaklah serupa nikmat kediaman di syurga itu dengan “nikmat” yang dirasakan
di dunia sekarang ini. Orang tua 75 tahun karena dia kaya-raya berbini muda usia 20 tahun’ di dunia ini
sama dengan hidup di neraka! Yang ada dalam syurga adalah kedamaian fikiran, ketenangan dan
tenteram, tidak mendengar kata-kata sia-sia, sebagai banyak terdengar di dunia ini dan tidak pula
mendengar kata-kata bohong, yang selalu dipergunakan orang untuk suatu kesenangan dan kemegahan
bagi sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa kesenangan duniawi, barulah didapat bila mau korupsi!
Diingatkan sekali lagi, bahwa-semuanya ini adalah; “Ganjaran dan Tuhan engkau.” (pangkal ayat 36).
Disebutkan ini agar kita dapat memperbedakannya dengan kepelisiran di dunia, yang sebahagian besar
bukan karena ganjaran Tuhan, melainkan ganjaran syaitan, yang akhirnya bukan nikmat, melainkan
niqmat; alangkah jauh bedanya di antara nikmat dengan niqmat; “Pemberian yang cukup tersedia.”
(ujung ayat 36). Artinya tidak pernah kering, tidak pernah tohor, seimbang di antara tenaga diri yang
diberikan Allah dengan nikmat yang tersedia di luar diri itu. Bukan seperti yang terdapat di dunia tadi;
seumpama kepelesiran yang berganda-lipat, dengan gadis-gadis remaja yang menggiurkan, namun bagi
seorang yang usianya telah tua, hanya menyebabkan tetes air liur saja.
Pada ayat 37 Allah menyatakan siapa diriNya dan bagaimana luas sifat RububiyahNya;
“Tuhan dari sekalian langit.”(pangkal ayat 37). As-Samaawaati adalah kata jama’ (banyak) dari as-
Samaa’. As-Samaa’ artinya satu langit. As-Samaawaati artinya beberapa langit. Karena telah tersebut di
dalam al-Quran sendiri bahwa langit itu sampai tujuh banyaknya, lalu penafsir mengartikan dengan
sekalian langit atau beberapa langit. Begitulah penterjemahan bahasa yang dapat dipakai oleh penafsir
ini. Karena pemakaian kata jama’ dari baitun yang berarti satu rumah, jama’nya ialah buyuutun yang
berarti banyak rumah. Dalam pemakaian kata sehari-hari bahasa Indonesia dan bahasa Melayu banyak
rumah disebut rumah-rumah.
Kitaabun untuk satu buku. Kutubun untuk banyak buku; dalam bahasa kita disebut untuk banyak;
buku-buku. Tetapi untuk langit kalau banyak tidak dapat disebut artinya menjadi langit-langit. Karena
langit-langit artinya bukanlah langit yang banyak, melainkan di dalam mulut kita yang sebelah ke atas!
Itu sebabnya maka Samaawaati selalu saya artikan sekalian langit. Supaya ahli-ahli terjemah sama
maklum adanya.
“Dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.” Artinya, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala
adalah Tuhan dari semuanya; Dia yang mengatur, Dia yang mentadbirkan perjalanannya. Dan lagi;
“Yang Maha Murah”. Atau diartikan juga Maha Penyayang, yaitu artian yang kita ambil untuk nama
Allah: ar-Rahman; tidaklah mereka berkuasa berkata-kata kepadaNya.” (ujung ayat 37).
Artinya, akan dirasakanlah betapa hebat Kebesaran dan Keagungan Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam
pada hari itu. Meskipun hari itu hari nikmat, hari orang yang bertakwa akan menerima ganjaran dan
kurnia Ilahi, meskipun bagaimana rasa gembira, namun kebesaran Ilahi itu menyebabkan tiada seorang
jua pun yang sanggup bercakap; mulut tertutup semuanya, ditambah lagi oleh rasa terharu setelah
menerima nikmat kurniaNya yang tiada tepermanai kemuliaan dan ketinggianNya itu.

Selalu al-Quran mengadakan timbalan di antara ancaman dan bujukan, atau siksaan dengan kurnia.”Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa ada tempat kemenangan.” (ayat 31). Ketakwaan,artinya usaha selalu memelihara hubungan yang baik dan mesra dengan Allah, sehingga hidup di duniadiatur dengan melaksanakan perintah Ilahi yang tidak berat itu dan menjauhi apa yang dilarang;menyebabkan selamat perjalanan hidup itu sampai kepada akhir umur. Di Akhirat kelak telahdisediakan baginya Mafaza; tempat berdiam dari orang-orang yang telah menang dalam menegakkankebenaran.Tempat kemenangan itu ialah; “Taman-taman dan anggur-anggur.” (ayat 32). Kebun-kebun yang subur,penuh dengan tumbuh-tumbuhan, kembang-kembang berbagai warna disertai buah-buahan yang lezat.

citarasanya adalah tempat nikmat itu. Dan di antara buah-buahan yang banyak berbagai ragam, ada satuyang istimewa, yaitu anggur-anggur. Karena anggur itu kecil mungil dan bijinya tidak mengganggu.”Dan perawan-perawan muda yang sebaya.” (ayat 33).Taman-taman yang indah berwarna-wami, disertai buah-buahan yang lazat cita barulah lebih berartisebagai tempat orang yang menang dalam perjuangan menantang hawa nafsu dalam hidup di dunia ini,kalau di dalamnya terdapat pula gadis-gadis perawan muda, yang di dalam bahasa Arab disebutkawa`ib sebagai jama’ dari ka`ib, yang berarti gadis remaja yang susunya masih tegang. Dan merekabanyak, sebanyak diperlukan, dan usia mereka boleh dikatakan bersamaan belaka. Ditambah lagi; “Dan piala-piala yang melimpah-limpah. ” (ayat 34). Oleh sebab minuman senantiasa diedarkan dan tidakpernah kekurangan, sehingga seketika mengisikan dan tempatnya ke dalam piala, sampai melimpahkarena penuhnya.Niscaya datang pertanyaan; “Apa di syurga ada minuman keras?” “Tentu bukan minuman yangmenyebabkan mabuk dan hilang akal sebagai di dunia ini.”Kemudian datang lagi ayat berikutnya yang membedakan suasana syurga dengan suasana dunia ini;”Tidak akan mereka dengar padanya kata-kata yang sia-sia dan tidak pula kata-kata dusta.” (ayat 35).Tepat sekali ayat 35 ini sebagai pengiring dari ayat 34 yang menerangkan bahwa di taman-taman dankebun-kebun yang indah itu dilengkapi dengan perawan-perawan jelita yang susunya masih padatperawannya belum rusak, dan mereka banyak dan sebaya semua. Di dalam dunia ini kalau terdapattempat yang demikian, di sanalah bersarangnya segala nafsu kelamin yang cabul, yang disebut sex.Jika di dunia ini taman-taman cinta birahi yang kaya dengan segala buah-buahan dan anggur, minumanberbagai rupa, perempuan cantik yang menggiurkan dan menimbulkan nafsu, barulah meriah bila orangtelah mabuk-mabuk. Orang meminum tuak dan segala minuman keras ialah untuk menghilangkan rasamalu di dalam berbuat segala macam kecabulan. Keluarlah di sana segala perkataan kotor dan jijik.Maka suasana dalam syurga bukanlah demikian halnya. Bila disebutkan gadis-gadis remaja danperawan-perawan sebaya itu, rasa seni dan keindahanlah yang tergetar, bukan hawa nafsu kelamin.Karena soal syurga bukanlah semata menghidangkan pemuas kelamin. Karena nafsu kelamin ituapabila telah terlepas sehabis bersetubuh, kepayahan dan kelelahan badanlah yang tinggal. Lalumenggerutu menyesali tenaga yang habis. Dan apabila diri telah mulai tua dan tenaga mulai hilang,walaupun bagaimana seorang gadis remaja memperlihatkan badannya di muka si tua itu, syahwat tidaktergerak lagi, sehingga timbullah kegemasan karena mulai “menghidupkan” alat yang telah mati. Disaat demikian timbullah kemarahan dan kemendongkolan perempuan itu, sebab nafsunya tidak dapatdilepaskan oleh si tua.Lantaran itu sekali-kali tidaklah serupa nikmat kediaman di syurga itu dengan “nikmat” yang dirasakandi dunia sekarang ini. Orang tua 75 tahun karena dia kaya-raya berbini muda usia 20 tahun’ di dunia inisama dengan hidup di neraka! Yang ada dalam syurga adalah kedamaian fikiran, ketenangan dantenteram, tidak mendengar kata-kata sia-sia, sebagai banyak terdengar di dunia ini dan tidak pulamendengar kata-kata bohong, yang selalu dipergunakan orang untuk suatu kesenangan dan kemegahanbagi sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa kesenangan duniawi, barulah didapat bila mau korupsi!

Diingatkan sekali lagi, bahwa-semuanya ini adalah; “Ganjaran dan Tuhan engkau.” (pangkal ayat 36).Disebutkan ini agar kita dapat memperbedakannya dengan kepelisiran di dunia, yang sebahagian besarbukan karena ganjaran Tuhan, melainkan ganjaran syaitan, yang akhirnya bukan nikmat, melainkanniqmat; alangkah jauh bedanya di antara nikmat dengan niqmat; “Pemberian yang cukup tersedia.”(ujung ayat 36). Artinya tidak pernah kering, tidak pernah tohor, seimbang di antara tenaga diri yangdiberikan Allah dengan nikmat yang tersedia di luar diri itu. Bukan seperti yang terdapat di dunia tadi;seumpama kepelesiran yang berganda-lipat, dengan gadis-gadis remaja yang menggiurkan, namun bagiseorang yang usianya telah tua, hanya menyebabkan tetes air liur saja.Pada ayat 37 Allah menyatakan siapa diriNya dan bagaimana luas sifat RububiyahNya;”Tuhan dari sekalian langit.”(pangkal ayat 37). As-Samaawaati adalah kata jama’ (banyak) dari as-Samaa’. As-Samaa’ artinya satu langit. As-Samaawaati artinya beberapa langit. Karena telah tersebut didalam al-Quran sendiri bahwa langit itu sampai tujuh banyaknya, lalu penafsir mengartikan dengansekalian langit atau beberapa langit. Begitulah penterjemahan bahasa yang dapat dipakai oleh penafsirini. Karena pemakaian kata jama’ dari baitun yang berarti satu rumah, jama’nya ialah buyuutun yangberarti banyak rumah. Dalam pemakaian kata sehari-hari bahasa Indonesia dan bahasa Melayu banyakrumah disebut rumah-rumah.Kitaabun untuk satu buku. Kutubun untuk banyak buku; dalam bahasa kita disebut untuk banyak;buku-buku. Tetapi untuk langit kalau banyak tidak dapat disebut artinya menjadi langit-langit. Karenalangit-langit artinya bukanlah langit yang banyak, melainkan di dalam mulut kita yang sebelah ke atas!Itu sebabnya maka Samaawaati selalu saya artikan sekalian langit. Supaya ahli-ahli terjemah samamaklum adanya.”Dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.” Artinya, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’alaadalah Tuhan dari semuanya; Dia yang mengatur, Dia yang mentadbirkan perjalanannya. Dan lagi;”Yang Maha Murah”. Atau diartikan juga Maha Penyayang, yaitu artian yang kita ambil untuk namaAllah: ar-Rahman; tidaklah mereka berkuasa berkata-kata kepadaNya.” (ujung ayat 37).Artinya, akan dirasakanlah betapa hebat Kebesaran dan Keagungan Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alampada hari itu. Meskipun hari itu hari nikmat, hari orang yang bertakwa akan menerima ganjaran dankurnia Ilahi, meskipun bagaimana rasa gembira, namun kebesaran Ilahi itu menyebabkan tiada seorangjua pun yang sanggup bercakap; mulut tertutup semuanya, ditambah lagi oleh rasa terharu setelahmenerima nikmat kurniaNya yang tiada tepermanai kemuliaan dan ketinggianNya itu.